Archive for the ‘artikel’ Category

Kisah Masyithah

Monday, July 21st, 2008

Ahmad meriwayatkan di dalam Musnad nya, I/310, dari Ibnu ‘Abbâs, ia mengatakan: Rasulullah Shallâllâhu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

Pada malam dimana aku di-isra’-kan, aku mencium sebuah bau yang wangi, maka aku bertanya, “Wahai Jibril, bau wangi apa ini?” Maka Jibril menjawab, “Ini adalah Masyithah (tukang sisir perempuan) bagi anak perempuan Fir’aun dan anak-anaknya.” Rasulullah bersabda, “Aku bertanya: Apa yang terjadi dengannya?” Jibril menjawab, “Pada suatu hari, tatkala menyisir anak perempuan Fir’aun, sisirnya jatuh dari tangannya, maka ia mengatakan: Bismillâh (Atas nama Allah aku mengambil sisir ini). Maka anak perempuan Fir’aun tersebutpun bertanya: (Apakah yang kamu maksud adalah) bapakku? Ia menjawab: Bukan, tapi Ia adalah Rabb-ku dan Rabb bapakmu, yaitu Allah. Anak perempuan itu berkata: Bolehkan aku beritahukan hal itu kepada bapakku? Ia menjawab: Ya. Maka anak perempuan Fir’aun itupun memberitahukan hal tersebut kepada Fir’aun. Maka Fir’aunpun memanggilnya, lalu ia berkata: Wahai Fulanah, apakah engkau mempunyai Rabb selain aku? Ia menjawab: Ya, Rabb-ku dan Rabb-mu, yaitu Allah. Maka Fir’aunpun memerintahkan untuk memanaskan sebuah periuk dari tembaga yang besar, kemudian ia memerintahkan untuk melemparkan tukang sisir tersebut dengan anak-anaknya ke dalam periuk tersebut. Perempuan tukang sisir itupun mengatakan: Sesungguhnya aku mempunyai permintaan kepadamu? Ia mengatakan: Apa permintaanmu? Ia menjawab: Aku menginginkan agar engkau mengumpulkan tulang belulangku dengan tulang belulang anakku dalam sebuah kain lalu engkau kuburkan kami. Fir’aun mengatakan: Itu adalah permintaanmu yang pasti kami laksanakan.” Jibril berkata, “Lalu Fir’aun memerintahkan untuk melemparkan anak-anaknya satu persatu di hadapannya sampai yang terakhir adalah bayi yang masih ia susui, dan seolah-olah ia ragu-ragu pada anak tersebut. Anak itu mengatakan: Wahai ibu, masuklah, karena sesungguhnya siksa dunia itu lebih ringan dari pada siksa akhirat, maka iapun masuk.”

Hadits ini rijalnya tsiqat kecuali Abu ‘Umar. Adz-Dzahabi dan Abu Hatim mengatakan tentang dirinya: Dia adalah Shadûq. Namun Ibnu Hibbaan menyatakan bahwa dia adalah tsiqqah.

Kepada Ukhti Muslimah

Monday, July 21st, 2008

Ingin kami ucapkan beberapa kalimat ini kepadamu, di bawah desingan peluru-peluru musuh, dan gelegar ledakan roket yang telah menjadi hiburan kami. Surat ini juga dari kami yang kini terpaksa meringkuk di balik jeruji besi hanya karena kami menyatakan bahwa “Rabb kami adalah Allah”. Surat ini kami tujukan kepadamu ukhti muslimah… karena kau adalah permata, kau juga perhiasan mulia yang melengkapi keindahan ajaran Nabi Shallâllâhu ‘Alaihi wa Sallam. Beberapa kalimat yang tulus keluar dari lubuk hati kami sebagai saudara yang melaju bersama ke arah yang satu. Demi menyelamatkan mu dari cakaran manusia serigala bermuka domba.

Ukhti muslimah..!! Kami tidak akan membawa sesuatu yang baru, semoga kau tidak bosan mendengarnya… walau rasanya sudah berkali-kali kami ingatkan bahwa tiada agama manapun yang lebih memuliakan wanita sebagaimana Islam. Jika kau masih tidak percaya, lihat sejarah… apa yang di lakukan oleh penghuni zaman jahiliyah terhadap kaummu, bukankah mereka menguburkanmu hidup-hidup hanya karena takut jatuh miskin atau durhaka?

Bukankah engkau adalah yang paling banyak diperjualbelikan bagai barang rongsokan sebagai hamba sahaya di zaman kerajaan Romawi? Bahkan hingga kini… di suatu zaman yang mereka juluki zaman kebebasan dan kemerdekaan, mereka teruskan tradisi itu. Hanya saja… kini mereka bungkus dengan kata kontes ratu kecantikan, yang berisi memperlombakan ukuran tubuh terbaik bagi para lelaki hidung belang. Entah apa yang mereka cari. Betapa jauh mereka menghinakanmu. Betapa buruknya gambaranmu di mata mereka. Bagi mereka, kau tidak lebih dari sekerat tebu gula segar; yang setelah manis, sepah dibuang. Kemudian belum puas dengan itu, mereka masih melolong bahwa Islam menzhalimi hak-hak wanita. Sungguh sebuah penyesatan dan pendustaan yang nyata.

Lanjutkan Membaca…